Abstract


Bullying di lingkungan sekolah masih menjadi masalah yang sering terjadi dan berdampak cukup serius terhadap kondisi psikologis siswa, baik sebagai korban maupun pelaku. Banyak siswa mengalami kesulitan dalam mengungkapkan perasaan, sehingga masalah yang dialami cenderung dipendam dan semakin berkembang. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan konseling yang tidak hanya berfokus pada komunikasi verbal, tetapi juga mampu melibatkan pengalaman langsung siswa. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah konseling IMPACT, yang menekankan pada keterlibatan aktif, penggunaan teknik kreatif, serta pendekatan multisensori dalam proses konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konseling IMPACT dalam mengatasi bullying di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber jurnal dan buku yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa konseling IMPACT efektif dalam membantu siswa mengungkapkan emosi, meningkatkan kesadaran diri, serta mengembangkan kemampuan dalam menyelesaikan masalah. Selain itu, pendekatan ini juga mampu membantu pelaku bullying untuk memahami dampak dari perilaku yang dilakukan serta mendorong perubahan sikap yang lebih positif. Penerapan konseling IMPACT dapat dilakukan melalui berbagai teknik seperti visualisasi, role playing, penggunaan media, serta pendekatan reflektif yang membuat siswa lebih aktif dalam proses konseling. Dengan pendekatan yang lebih interaktif dan tidak monoton, siswa menjadi lebih terbuka dan mudah memahami permasalahan yang dihadapi.