Abstract
Penelitian ini mengeksplorasi dinamika art therapy sebagai media katarsis kecemasan remaja di era digital. Krisis KES-T (Kecemasan, Emosi, Stres, Trauma) pada remaja sering kali terhambat oleh keterbatasan artikulasi verbal atau alexithymia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis mengenai dinamika art therapy sebagai media katarsis kecemasan pada remaja di era digital. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus mendalam, penelitian ini membedah mekanisme intervensi seni non-linguistik. Temuan empiris menunjukkan efektivitas signifikan dengan penurunan skor UCLA PTSD rata-rata sebesar 20,8 poin dibandingkan kelompok kontrol. Secara neurobiologis, aktivitas kreatif ini terbukti menurunkan kadar kortisol ($P < 0.05$) dan menstabilkan sistem saraf otonom. Simpulannya, art therapy merupakan teknologi penyembuhan holistik yang efektif merekonstruksi kesejahteraan mental melalui integrasi narasi diri dan pemberian jarak estetika yang aman.