Abstract
Bencana alam bukan hanya menyebabkan kerusakan fisik dan ekonomi, akan tetapi juga menyebabkan trauma psikologis atau luka pada penyintas. Proses pemulihan secara keseluruhan sering terhambat oleh trauma setelah bencana, terutama jika tidak diikuti dengan penanganan yang tepat. Dalam artikel ini, akan membahas bagaimana terapi seni dapat membantu proses dari pemulihan kesehatan mental bagi para penyintas pasca-bencana. Terapi seni mengajak orang melalui karya visual seperti lukisan atau gambar untuk mengungkapkan perasaan, ketakutan, dan harapan mereka. Ini membedakan terapi seni dari konseling konvensional yang bergantung pada kata-kata. Bagi mereka yang mengalami kesulitan atau ketakutan untuk menceritakan seluruh pengalaman traumatisnya secara langsung, metode ini sangat efektif. Kajian menunjukkan bahwa terapi seni dapat mengurangi kecemasan, gejala stres pascatrauma dan membantu penyintas untuk menemukan ketenangan. Terapi seni dapat membantu masyarakat yang terdampak bencana mengubah rasa sakit yang dialami menjadi sebuah proses dalam penyembuhan yang kreatif serta bermakna dengan menggunakan pendekatan yang halus dan menyenangkan.