Peran art therapy dalam menangani trauma pasca-bencana

Ananta Binnoura Pospos(1), Nofrializa Nofrializa(2), Ifdil Ifdil(3), Rima Pratiwi Fadli(4),
(1) Universitas Negeri Padang  Indonesia
(2) Universitas Negeri Padang  Indonesia
(3) Universitas Negeri Padang  India
(4) Universitas Negeri Padang  Indonesia

Corresponding Author


DOI : https://doi.org/10.32698/01961

Full Text:    Language : en

Abstract


Bencana alam bukan hanya menyebabkan kerusakan fisik dan ekonomi, akan tetapi juga menyebabkan trauma psikologis atau luka pada penyintas. Proses pemulihan secara keseluruhan sering terhambat oleh trauma setelah bencana, terutama jika tidak diikuti dengan penanganan yang tepat. Dalam artikel ini, akan membahas bagaimana terapi seni dapat membantu proses dari pemulihan kesehatan mental bagi para penyintas pasca-bencana. Terapi seni mengajak orang melalui karya visual seperti lukisan atau gambar untuk mengungkapkan perasaan, ketakutan, dan harapan mereka. Ini membedakan terapi seni dari konseling konvensional yang bergantung pada kata-kata. Bagi mereka yang mengalami kesulitan atau ketakutan untuk menceritakan seluruh pengalaman traumatisnya secara langsung, metode ini sangat efektif. Kajian menunjukkan bahwa terapi seni dapat mengurangi kecemasan, gejala stres pascatrauma dan membantu penyintas untuk menemukan ketenangan. Terapi seni dapat membantu masyarakat yang terdampak bencana mengubah rasa sakit yang dialami menjadi sebuah proses dalam penyembuhan yang kreatif serta bermakna dengan menggunakan pendekatan yang halus dan menyenangkan.

References


Cannon, T. (2000). Vulnerability analysis and disasters. Floods, 1, 45–55.

Chiang, M., Reid-Varley, W. B., & Fan, X. (2019). Creative art therapy for mental illness. Psychiatry Research, 275, 129–136.

Dückers, M., van Hoof, W., Willems, A., & Te Brake, H. (2022). Appraising evidence-based mental health and psychosocial support (MHPSS) guidelines—PART II: A content analysis with implications for disaster risk reduction. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(13), 7798.

Eva, E., Affifah, G. H., Hanun, I. N., & Solihin, S. (2021). Efektivitas art theraphy dalam membantu mencerdaskan emosional pada anak kelas 1-6 madrsah desa jagabaya. Proceedings UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 1(22), 74–91.

Haeyen, S., & Staal, M. (2021). Imagery rehearsal based art therapy: Treatment of post-traumatic nightmares in art therapy. Frontiers in Psychology, 11, 628717.

Hermon, D. (2015). Geografi bencana alam. RajaGrafindo Persada-Rajawali Pers.

Hidayati, F. U., & Ahyani, L. N. (2023). Pengaruh Visual Art Therapy dalam Menurunkan Post Traumatic Stress Disorder pada Mahasiswa. Jurnal Psikologi Perseptual, 8(1), 99–111.

Hogan, S. (2001). Healing arts: The history of art therapy. Jessica Kingsley Publishers. Kenedi, G. (2024). Konseling Traumatis. Jurnal Kolaboratif Sains, 7(1), 272–278.

King, J. L. (2016). Art therapy, trauma, and neuroscience. In Theor. Pract. Roadledge.

Kozu, S., & Gibson, A. (2020). Psychological effects of natural disaster: traumatic events and losses at different disaster stages. In The intersection of trauma and disaster behavioral health. Springer.

Makwana, N. (2019). Disaster and its impact on mental health: A narrative review. Journal of Family Medicine and Primary Care, 8(10), 3090–3095.

Malchiodi, C. A. (2003). Art therapy and the brain. Guilford Publications.

Malchiodi, C. A. (2020). Trauma and expressive arts therapy: Brain, body, and imagination in the healing process. Guilford Publications.

Motta, R. W. (2023). Exercise and Secondary Trauma. In Secondary Trauma: Silent Suffering and Its Treatment (pp. 83–95). Springer.

Naumburg, M. (2001). Spontaneous art in education and psychotherapy. American Journal of Art Therapy, 40(1), 46.

Norris, F. H., & Wind, L. H. (2009). The experience of disaster: Trauma, loss, adversities, and community effects. Mental Health and Disasters, 29–44.

Panggalo, I. S., Arta, S. K., Qarimah, S. N., Adha, M. R. F., Laksono, R. D., Aini, K., Kirana, S. A. C., & Judijanto, L. (2024). Kesehatan Mental. Sonpedia Publishing Indonesia.

Pertiwi, Z., & Nurjanah, S. (2024). Pengaruh Coloring Art Therapy terhadap Activity Daily Living pada Orang dengan Gangguan Jiwa di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Purwareja Klampok 1. Jurnal Penelitian Inovatif, 4(3), 1247–1254.

Putri, D. R., Fillianto, A. D. C., & Iriyanto, J. B. (2021). Implementasi art therapy untuk meningkatkan coping stress terkait permasalahan perkembangan di usia remaja. Jurnal Talenta Psikologi, 16(2), 35–43.

Rizky, C. G., Silviana, D., Safira, N. S., Amaniyya, A., & Mawarpury, M. (2025). Resiliensi pascabencana: Eksplorasi pengalaman sosial dan emosional penyintas tsunami Aceh. Jurnal Integrasi Riset Psikologi, 3(2), 35–49.

Satro Harmendo, Z., Verolyna, D., & Afrizal, A. (2025). Intervensi Psikososial Oleh Mudo Sosial Ekspedisi pada Anak Pasca Bencana Banjir Di Talang Donok Kabupaten Lebong. Institut Agama Islam Negeri Curup.

Schnitzer, G., Holttum, S., & Huet, V. (2021). A systematic literature review of the impact of art therapy upon post-traumatic stress disorder. International Journal of Art Therapy, 26(4), 147–160.

Setiyowati, A. J. (2023). Konseling Trauma Dalam Perspektif Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah. Media Nusa Creative (MNC Publishing).

Sulistyanti, E. (2018). Layanan konseling art therapy untuk mengatasi trauma anak korban bullying di sekolah. 1st ASEAN School Counselor Conference on Innovation and Creativity in Counseling.

Vick, R. M. (2012). A brief history of art therapy. In C. A. Malchiodi (Ed.), Handbook of art therapy (9th ed.). Guilford Press.

Yusa, I. M. M., Sutomo, N. Z., Susanto, M. R., Sukmarani, S., Wahyudi, T., Sari, S. M., & Priyanto, O. C. (2025). Buku Ajar Terapi Seni. Sonpedia Publishing Indonesia.


Article Metrics

 Abstract Views : 1 times
 PDF Downloaded : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.